Bismillah. Kali ini kita akan coba sedikit memberikan pola fikir tentang "berbuat sesuatu" baik itu bersifat pribadi dan publik yang biasanya dipahami berbuat baik kepada sesama hamba Allah atau secara umum sesama makhluk.
Secara hukum fikih dasar-dasar untuk berbuat sesuatu itu hukumnya ada: 5
1- Mubah
2- Wajib
3- Haram
4- Sinnah
5- Makruh
yang lima ini adalah dasar untuk melakukan sesuatu yang biasanya berkaitan dengan pribadinya dengan sang pencipta dan pribadinya dengan sesama makhluk, dikenal dengan istilah vertikal dan horisontal.
kali ini kita akan bawa dasar-dasar hukum tersebut kepada harisontal (hubungan sosial dengan sesama makhluk). Perilaku anggota tubuh dan ruhani mestilah diselaraskan agar tidak melenceng dari tujuan yang dimaksud oleh sang pencipta, sebabnya jika tidak selaras maka akan terjadi seperti yang Allah katakan
كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 216).
Secara umum itulah dalilnya, jika dahulu kala perkaranya adalah berperang, namun di kala ini bukan masalah berperang, namun berbuat sosial ditengah-tengah masyarakat umum yang dikenal dengan istilah berbuat kebaikan.
Jika sudah selaras zahir dan batin dalam berbuat baik melalui sosial kehidupan, maka imbalan itu tentunya akan didapatkan sesuai dengan dasar-dasar hukum yang lima tadi, sebab itu adalah pondasi utama dalam berbuat sesuatu.
Maka konsepnya adalah kapan kita mubah, Wajib, haram, sunnah dan makruh untuk berbuat baik?. tentu jawabannya adalah waktu dan tempat, sebab keadaan ini akan membuat kita segera menjauh dan mendekat kepada benda yang menghasilkan kebaikan itu, jika tidak mengetahui dasar-dasar yang lima tersebut justru malah akan mengahsilkan keburukan, padahal niyatnya menolong untuk kebaikan, terserah ia berpendapat mau dapat pahala atau tidak, mau dipuji atau tidak, mau masuk surga atau neraka nantinya, namun ingatlah bahwa insan yang cerdas ia memiliki akal, yang jauh hari telah dibekali pengetahuan untuk berbuat sesuatu ia mengetahui dasar pondasinya, dan bukan seperti yang dikatakan orang-orang sebagai olok-olokan "disitu pertolongan dibutuhkan dan disitu pula musyawarah dilakukan" keburu tewas benda yang harus ditolong itu, tentunya jauh hari bekal telah dipersiapkan.
Bahkan ada yang menjadikan dalil bahwa ayat ini adalah bukti tidak perlu memandang dasar yang lima tersebut:
هُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ مِنْهُ اٰيٰتٌ مُّحْكَمٰتٌ هُنَّ اُمُّ الْكِتٰبِ وَاُخَرُ مُتَشٰبِهٰتٌۗ فَاَمَّا الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُوْنَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاۤءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاۤءَ تَأْوِيْلِهٖۚ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيْلَهٗٓ اِلَّا اللّٰهُۘ وَالرّٰسِخُوْنَ فِى الْعِلْمِ يَقُوْلُوْنَ اٰمَنَّا بِهٖۙ كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ رَبِّنَاۚ وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّآ اُولُوا الْاَلْبَابِ ٧
Dialah (Allah) yang menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad). Di antara ayat-ayatnya ada yang muhkamat, itulah pokok-pokok isi Kitab (Al-Qur’an) dan yang lain mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya ada kecenderungan pada kesesatan, mereka mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah (kekacauan dan keraguan) dan untuk mencari-cari takwilnya. Padahal, tidak ada yang mengetahui takwilnya, kecuali Allah. Orang-orang yang ilmunya mendalam berkata, “Kami beriman kepadanya (Al-Qur’an), semuanya dari Tuhan kami.” Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran, kecuali ululalbab. Ali 'Imran. 7
Sesorang tersebut berkeyakinan penuh bahwa berbuat kebaikan itu dalilnya adalah ayat ini dan tidak perlu mengetahui apalagi berdasar kepada yang lima tersebut.
Saya katakan bahwa seseorang itu salah kaprah dalam memahami surat Ali Imran ayat 7 ini, ayat ini berbicara tentang pokok isi Alquran adalah Hukum dan yang lainnya adalah Mutasyabih, tentumya jika cerita masalah hukum pastinya tidak lepas dari dasar yang lima tersebut.
Pentinganya pendidikan adalah untuk membentengi diri dari kesalahkaprahan dalam memahami ayat untuk dipraktekkan dalam keseharian. Tanyalah kepada ahlinya maka kecil kemungkinan kesalahan itu.
Muhammad Syafii Tampubolon
REKOMENDASI UNTUK ANDA
Keterangan Produk
Isi keterangan detail produk atau layanan Guru di sini. Bagian ini sangat cocok untuk memberikan informasi spesifik mengenai fitur-fitur unggulan yang ditawarkan kepada pembeli.
Update Terbaru
Dapatkan informasi mengenai versi terbaru atau penambahan fitur yang baru saja dirilis. Selalu pastikan produk Guru dalam keadaan up-to-date untuk performa terbaik.
Terimakasih
Terimakasih telah mempercayakan kebutuhan digital Anda kepada kami. Kepuasan pelanggan adalah prioritas utama kami dalam berkarya.
💰 Mau Dollar dari Link Download?
Pendekkan link Anda & dapatkan bayaran tiap klik!
DAFTAR SAFELINKU

Komentar
Posting Komentar